Info

Toilet Jongkok vs Toilet Duduk: Mana yang Lebih Sehat?

Oleh androwee · · Diperbaharui

Bagikan:

Pertanyaan ini sering muncul: untuk buang air besar, toilet jongkok atau toilet duduk yang lebih sehat? Jawaban singkatnya: posisi jongkok memang memberi jalan keluar yang lebih lurus bagi feses, tetapi toilet duduk tetap aman dipakai dengan sedikit penyesuaian. Berikut penjelasan lengkapnya agar Anda bisa memilih dengan tenang.

Mengapa posisi jongkok dianggap lebih sehat untuk BAB?

Saat jongkok, sudut saluran anorektal menjadi lebih lurus sehingga feses keluar dengan dorongan yang lebih ringan. Saat duduk di toilet, saluran ini sedikit tertekuk dan tubuh perlu mengejan lebih kuat. Mengejan keras yang berulang dikaitkan dengan risiko wasir. Inilah alasan sejumlah dokter menyarankan posisi jongkok bagi pasien dengan keluhan pencernaan tertentu.

Sudut anorektal adalah sudut antara rektum dan anus yang menjadi jalur keluarnya feses. Dalam posisi jongkok, otot puborektalis mengendur dan sudut ini terbuka hampir lurus. Proses buang air besar jadi lebih cepat dan tidak membutuhkan tenaga besar. Sejumlah penelitian juga mencatat waktu buang air besar yang lebih singkat pada posisi jongkok dibanding duduk.

Mengejan terlalu kuat juga menaikkan tekanan di rongga perut dan bisa memicu pusing, terutama bagi penderita tekanan darah tinggi. Karena itu, posisi yang membuat feses keluar dengan dorongan ringan bukan sekadar soal nyaman — tetapi juga soal keamanan, terutama bagi lansia.

Apakah toilet duduk berbahaya bagi kesehatan?

Tidak. Toilet duduk tidak berbahaya, hanya saja posisi duduk membuat sebagian orang perlu mengejan lebih kuat dan cenderung duduk lebih lama sambil bermain ponsel. Duduk terlalu lama di toilet inilah yang dikaitkan dengan risiko wasir, bukan duduknya itu sendiri. Batasi waktu di toilet dan jangan mengejan berlebihan.

Toilet duduk punya kelebihan tersendiri. Bagi lansia, ibu hamil, dan penderita masalah lutut atau persendian, duduk jauh lebih aman dan nyaman dibanding jongkok. Risiko terpeleset di kamar mandi basah juga lebih kecil. Jadi pilihan antara keduanya sebaiknya menyesuaikan kondisi fisik masing-masing anggota keluarga.

Kebiasaan yang justru lebih berpengaruh pada kesehatan pencernaan adalah pola duduknya: membawa ponsel ke toilet membuat orang duduk belasan menit, padahal buang air besar umumnya hanya butuh beberapa menit. Tekanan pada pembuluh darah sekitar anus meningkat selama duduk, dan inilah yang dikaitkan dengan wasir. Tinggalkan ponsel di luar kamar mandi — sederhana, tetapi efektif.

Bagaimana cara membuat toilet duduk senyaman jongkok?

Letakkan bangku kecil setinggi 20–25 cm di depan toilet duduk dan naikkan kaki Anda ke atasnya saat BAB. Posisi lutut yang lebih tinggi dari pinggul meniru sudut jongkok dan meluruskan saluran anorektal. Cara murah ini membuat buang air besar lebih mudah tanpa mengganti kloset.

Anda tidak perlu membongkar kamar mandi untuk mendapatkan manfaat posisi jongkok. Bangku plastik kecil yang banyak dijual di toko perabot sudah cukup. Letakkan di depan kloset, naikkan kedua kaki saat buang air besar, dan condongkan badan sedikit ke depan. Posisi ini meniru sudut jongkok sekitar 35 derajat.

Selain bangku, postur tubuh juga membantu: condongkan badan sedikit ke depan dan letakkan tangan di paha. Kombinasi bangku kecil dan postur menunduk meniru sudut jongkok dengan cukup akurat. Cara ini banyak dipakai sebagai solusi murah tanpa renovasi kamar mandi.

Jadi, mana yang sebaiknya dipilih?

Keduanya sah-sah saja. Pilih toilet jongkok bila Anda mengutamakan kemudahan buang air besar dan seluruh anggota keluarga mampu jongkok dengan nyaman. Pilih toilet duduk bila ada lansia, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan masalah lutut — lalu tambahkan bangku kecil untuk meniru posisi jongkok.

Yang tidak kalah penting dari pilihan kloset adalah kebersihannya. Toilet umum jenis apa pun sebaiknya dilapisi tisu pada dudukan sebelum dipakai, dan selalu cuci tangan dengan sabun setelahnya. Apapun pilihan Anda di rumah, kebiasaan yang benar lebih menentukan: jangan mengejan berlebihan, batasi waktu duduk di toilet, dan jaga kebersihan kloset. Septic tank yang dirawat — disedot berkala sebelum penuh — juga menjaga saluran tetap lancar apa pun jenis klosetnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Benarkah toilet duduk menyebabkan wasir?

Tidak secara langsung. Wasir dikaitkan dengan kebiasaan mengejan keras dan duduk terlalu lama di toilet, bukan dengan kloset duduk itu sendiri. Batasi waktu di toilet maksimal beberapa menit dan hindari bermain ponsel agar tidak keasyikan duduk.

Berapa tinggi bangku yang ideal untuk toilet duduk?

Sekitar 20–25 cm, cukup untuk mengangkat lutut lebih tinggi dari pinggul. Bangku yang terlalu tinggi justru membuat posisi tidak nyaman. Pilih bangku yang stabil dan tidak licin.

Apakah anak kecil boleh memakai toilet jongkok?

Boleh, dengan pendampingan. Anak-anak umumnya lentur dan cepat beradaptasi dengan posisi jongkok. Pastikan lantai kamar mandi tidak licin dan ajari mereka membilas dengan air yang cukup setiap selesai dipakai.

Mana yang lebih bersih, toilet jongkok atau duduk?

Tergantung kebiasaan penggunanya, bukan jenis klosetnya. Toilet jongkok minim kontak kulit dengan permukaan, tetapi toilet duduk yang dibersihkan rutin sama bersihnya. Kuncinya: siram dengan air yang cukup dan bersihkan kloset secara berkala.

Punya masalah dengan saluran WC atau septic tank di rumah? Tim AEF Jaya siap membantu — dari pelancaran saluran mampet sampai penyedotan septic tank. Chat WhatsApp 0858-5482-9090 untuk konsultasi dan penjadwalan.

Butuh jasa sedot WC di Jawa Timur?

Hubungi kami untuk layanan cepat dan harga terjangkau. Pilih nomor yang paling mudah dihubungi:

AW

Ditulis oleh

androwee Penulis Konten

androwee adalah penulis konten di sedotwcmurah.com yang fokus menulis artikel tips, trik, dan panduan praktis seputar perawatan WC, septic tank, dan sanitasi rumah tangga.

Profil lengkap & artikel lainnya